BERITA

  • SMP NURUL ISLAMI SEMARANG MELAKSANAKAN PTM TERBATAS

    SMP NURUL ISLAMI SEMARANG MELAKSANAKAN PTM TERBATAS

    Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurul Islami mulai dilaksanakan hari  Senin (6/9/2021). "PTM secara terbatas hari ini sudah dimulai dengan persyaratan minimal 80 persen siswa, guru, dan karyawan sudah divaksinasi," kata  Kepala Sekolah SMP Nurul Islami Semarang Bapak Dwi Taryanto, SS.

    Hal Serupa disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum Bapak Ari Pramono, S.Pd.I “Siswa yang Sakit Dilarang ke Sekolah PTM di sekolahnya akan dilaksanakan lebih singkat tanpa ada jam istirahat untuk menghindari kerumunan. "Satu mata pelajaran selama 30 menit, jadi ada 6 jam pelajaran,". Selain itu, lanjutnya, kapasitas siswa dalam satu kelas hanya diisi 50 persen, 50 persen lagi mengikuti PJJ dari rumah. Minggu depan bergantian mereka datang ke sekolah," jelas dia. Siswa yang mengikuti PTM wajib mendapat izin dari orangtua. "Para siswa hadir ada pengecekan yang dilakukan oleh sekolah meliputi cuci tangan, cek suhu, pakai masker, bawa hand sanitizer dan dipastikan tidak dalam kondisi sakit". Siswa yang mengikuti PTM dilarang pergi dan pulang menggunakan angkutan umum. "Kita sosialisasi kepada orangtua agar menjemput tepat waktu jangan sampai menunggu dan kerumunan," imbuhnya

    . Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Wahyu Wardhani, S.Pd menjelaskan, “Selama melakukan PTM, seluruh siswa dilarang untuk mencopot masker dan berkerumun, kita laksanakan protocol kesehatan dengan sangat ketat dari awal masuk lingkungan sekolah sampai pulang” termasuk saat jalan pun kita awasi,  siswa tidak boleh berjalan bersama-sama tetap jaga jarak 1 meter. “

    Salah satu siswa SMP Nurul Islami Semarang  sekaligus Ketua OSIS Fastabiqa Nur Khaira mengaku senang bisa kembali bertemu dengan teman di sekolah. "Senang bisa tatap muka lagi, karena belajar itu tidak hanya akademis saja tetapi juga harus belajar menghormati guru dan sosialisasi dengan teman-teman," kata dia. Menurut dia, terpenting saat PTM yaitu saling menjaga satu sama lain dengan cara menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Senang sekali PTM walaupun masih terbatas tidak bisa seperti dulu,"katadia.

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks